Hidayatullah.com—Seorang tokoh Syi’ah Indonesia menyebutkan Amerika Serikat (AS) berada dibalik kerusuhan Syi’ah di Madura. Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalalludin Rakhmat di Sekretariat IJABI, Kemang, Jakarta, Sabtu (31/11/2011) kemarin.
"Jadi
dalam hal ini Amerika berperan dalam konflik agama di Indonesia,"
ungkap Kang Jalal sapaan akrab Jalalludin Rakhmat dikutip Liputan.com.
Lebih lanjut Kang Jalal juga menjelaskan konflik yang terjadi di Sampang
tersebut antara Sunni dan Syiah dilandasi faktor politik dan ekonomi
seperti apa yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Jadi isu Syiah itu dibikin melalui politik. Kepentingan Amerika ini muncul pascarevolusi Iran yang selalu menentang Amerika," tuturnya. Oleh karena itu menurutnya, hal tersebut yang mendasari pemikirannya negara Adi Daya tersebut ikut andil dalam beberapa konflik agama di dunia termasuk di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr Said Aqil Siroj menampik jika ornasasi NU ikut terlibat. Dia mengingatkan ada pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia.
"Jadi isu Syiah itu dibikin melalui politik. Kepentingan Amerika ini muncul pascarevolusi Iran yang selalu menentang Amerika," tuturnya. Oleh karena itu menurutnya, hal tersebut yang mendasari pemikirannya negara Adi Daya tersebut ikut andil dalam beberapa konflik agama di dunia termasuk di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr Said Aqil Siroj menampik jika ornasasi NU ikut terlibat. Dia mengingatkan ada pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia.
"Ini pasti ada desain besarnya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak
suasana damai di Indonesia," kata Said Aqil di Jakarta, Sabtu
(31/12/2011).
Menurut Said, hubungan Sunni-Syiah di Indonesia, termasuk di Madura, selama ini berlangsung damai.
Said
menegaskan, Sunni dan Syiah di Madura sama sekali tak terlibat
perselisihan, baik di masa lampau maupun sekarang. Dia menduga,
pembakaran pesantren Syiah di Madura dilakukan sekelompok orang untuk
merusak kondisi damai.
Sementara banyak orang mengecam aksi
pembakaran, suara lain justru datang dari penelitis Syi'ah Jawa Timur,
Habib Achmad Zein Alkaf. Ia meminta aparat di Jawa Timur tegas
menghadapi kasus Syi'ah ini. Apalagi bibit masalah seperti ini sudah
lama. Zein yang juga pengurus Syuriah Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)
Jawa Timur ini mengingatkan agar konflik Syi'ah - Sunni ini yang terjadi
di Jatim tak terjadi sebagaimana di Iraq atau Pakistan. Karena itu,
sebaiknya Syi'ah dilarang seperti Ahmadiyah.
"Untuk menghindari ini semua, kami rasa sudah waktunya Gubernur Jatim melarang aliran Syi'ah di Jatim. Sebab Syi'ah itu lebih bahaya dari Ahmadiyah," ujarnya dalam rilis yang dikirim pada redaksi hidayatullah.com.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membantah pemberitaan yang beredar jika ada pembakaran sebuah pesantren milik penganut Syi’ah di Sampang, Madura, Jawa Timur. Yang benar adalah pembakaran rumah pemimpin Syi’ah Tajul Muluk di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang.
Bantahan itu disampaikan Kepala Bidang
Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Rahmat Mulyana dalam jumpa
pers di aula Markas Polres Sampang, Sabtu (31/12/2011) siang"Untuk menghindari ini semua, kami rasa sudah waktunya Gubernur Jatim melarang aliran Syi'ah di Jatim. Sebab Syi'ah itu lebih bahaya dari Ahmadiyah," ujarnya dalam rilis yang dikirim pada redaksi hidayatullah.com.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membantah pemberitaan yang beredar jika ada pembakaran sebuah pesantren milik penganut Syi’ah di Sampang, Madura, Jawa Timur. Yang benar adalah pembakaran rumah pemimpin Syi’ah Tajul Muluk di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar