Ustad KH Tengku Zulkarnain memberikan ceramah
dalam acara Dzikir Nasional 'Solidaritas untuk Bangsaku' di Masjid
At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (31/12).
Minggu, 01 Januari 2012
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Peserta merasa puas
mengikuti Dzikir Nasional. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, acara
Dzikir Nasional kali ini dinilai lebih meriah dan khusyuk
Ini seperti pengakuan H Syahrul Arifin (60). Syahrul yang telah tiga tahun berturut-turut mengikuti acara ini mengatakan acara Dzikir Nasional tahun ini semakin bagus. Dia pun mengatakan acara Dzikir Nasional semakin memantapkan keimanannya.
Hanya saja Syahrul menilai akan lebih baik lagi jika acara semacam ini juga dilakukan saat tahun baru Muharram. "Sebaiknya sebagai umat Islam, kita meriahkan tahun baru Muharram," ujar Sayhrul.
Hal senada disampaikan Dea (38). Dia mengakui tahun ini Dzikir Nasional yang diadakan Republika lebih meriah. Ustadz-ustadz pengisi tausiah pun dinilai lebih berbobot. Dea juga mengakui merasa lebih dekat dengan Allah SWT seusai mengikuti Dzikir Nasional.
"Rasanya lebih dekat saja, jadi banyak introspeksi diri," tutur Dea.
Ini seperti pengakuan H Syahrul Arifin (60). Syahrul yang telah tiga tahun berturut-turut mengikuti acara ini mengatakan acara Dzikir Nasional tahun ini semakin bagus. Dia pun mengatakan acara Dzikir Nasional semakin memantapkan keimanannya.
Hanya saja Syahrul menilai akan lebih baik lagi jika acara semacam ini juga dilakukan saat tahun baru Muharram. "Sebaiknya sebagai umat Islam, kita meriahkan tahun baru Muharram," ujar Sayhrul.
Hal senada disampaikan Dea (38). Dia mengakui tahun ini Dzikir Nasional yang diadakan Republika lebih meriah. Ustadz-ustadz pengisi tausiah pun dinilai lebih berbobot. Dea juga mengakui merasa lebih dekat dengan Allah SWT seusai mengikuti Dzikir Nasional.
"Rasanya lebih dekat saja, jadi banyak introspeksi diri," tutur Dea.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar